Inilah 3 Faktor Penyebab Masalah pintu dan Jendela yang kadang longgar dan kadang tidak bisa ditutup

Tips dalam pemasangan daun jendela, pintu agar nantinya tidak longgar dan tidak terlalu rapat sehingga tidak bisa ditutup.
Kalau di rumah anda mengalami masalah seperti diatas sudah semestinya anda membaca artikel ini agar anda tau apa sebenarnya kesalahan dari pemasangan kusen atau daun pintu tadi. Memang tidak 100% ini adalah kesalahan tukang karena faktor alam juga sangat berpengaruh. Semua benda di dunia ini memang secara alami memiliki titik muai yang berbeda, begitu juga dengan kayu. Kayu yang padat misalnya jati memiliki pemuaian yang tidak banyak walaupun juga tetap akan ada pemuaian dan penyusutan namun lebih baik dari kayu dengan tekstur longgar, Misalnya akasia dll. 


tips pemasangan daun pintu daun jendela agar tidak bermasalah longgar atau tidak bisa ditutup
Langsung saja apa yang menjadi faktor masalah pintu dan jendela setelah dipasang :
1. Engsel
Nah ini juga bisa menjadi salah satu biang keladi masalah pada pintu anda, jika engsel tidak mampu menpang berat pintu maka yang akan terjadi adalah pintu menjadi semakin turun dan akhirnya menjadi tidak pas lagi dengan kusen. Sebaiknya anda memilih engsel yang berkualitas. Terutama jika anda menggunakan pintu yang besar dan tinggi. Maka beratnya juga akan lebih banyak, pengaturan posisi engsel juga penting misalnya jarak dari lantai 30 cm, dan engsel atas 50 cm. 

2. Jenis Kayu
Seperti sudah saya katakan tadi tekstur kayu padat akan lebih baik dalam ketahana penyusutan dan pemuaian. Jadi pilihlah kayu dengan kualitas mumpuni. misalnya kayu jati, merbau, kompas, kamper. dan hindari kayu yang memiliki tekstur kurang padat seperti kayu meranti, pinus, albasia. Jika yang anda gunakan adalah kayu yang masih basah atau masih muda sebaiknya anda diamkan dulu atau bisa dengan di oven sehingga hasilnya nanti bisa lebih maksimal.

3. Jarak aman (Space) antara kusen dan daun pintu atau jendela
Jarak normal untuk pemasangan pintu sebaiknya dibedakan berdasarkan posisi, pintu yang menghadap keluar atau yang sering terkena sinar matahari sebaiknya dibedakan dengan pintu yang ada di dalam dan tidak terkena sinar matahari. Anda juga perlu mempertimbangkan musim  apakah itu waktu kemarau atau hujan. Biasanya utnuk pintu bagian dalam jarak normal baikya kurang lebih 4 mm, jika di luar jarak bagusnya 1 s.d 2 mm.